oleh

Marten Taha Hadir Dalam Sidang Di Tipikor, Ada Apa???

LINTAS HUKUM (LIGO) – Walikota Gorontalo, H. Marten Taha hadiri sidang di Tipikor dalam kasus 7 ruas jalan. Dalam sidang yang dimulai sejak pukul 10.00 WITA itu, Hakim memanggil Marten Taha untuk mendengarkan keterangannya sebagai saksi. Kamis (06/09) di Pengadilan Tipikor Gorontalo Jl. Achmad Nadjamudin.

Dalam keterangannya kepada Hakim, Marten Taha menyampaikan pada tahun 2015 itu Pemerintah Kota Gorontalo mengajukan Proposal Dana Alokasi Khusus (DAK) Tambahan sebesar 68 milyar rupiah kepada Kementerian PU/PR untuk pembangunan jalan di Kota Gorontalo.

“Namun setelah direvisi dari Kementerian itu, anggaran proposal yang kami ajukan menjadi 65 milyar, dan disetujui,” ungkap Marten Taha.

Marten Taha juga memgakui, pelaksana dalam pengerjaan 7 ruas jalan tersebut sudah sesuai prosedur yakni melalui mekanisme lelang.

Dalam sidang mendengarkan keterangan saksi itu juga, Hakim Ketua Pranata Subhan menghadirkan terdakwa kasus 7 ruas jalan dalam pembangunan jalan Beringin berinisial LI dan S.

Walikota Gorontalo juga ditanyakan apakah dirinya mengenal Ethon Parman, yang merupakan pemenang tender dalam pembangunan 7 ruas jalan. Marten Taha pun menjawab mengenal Ethon Parman, namun tidak mengetahui kalau Ethon Parman menjadi salah satu pemenang tender pembangunan 7 ruas jalan yang kini sedang dipermasalahkan.

Tak hanya itu, Marten Taha pun ditanyakan sejauh mana dirinya bertanggung jawab atas DAK Tambahan yang telah disetujui. Kepada hakim Marten Taha menjawab sebagai Walikota dirinya bertanggung jawab dalam pembangunan 7 ruas jalan tersebut hanya sampai pada anggaran tersebut dimasukkan dalam APBD Perubahan.

“Untuk selanjutnya ada Lembaga Pemerintah Kota yang membantu saya dalam mengawasi pengerjaan 7 ruas jalan ini,” terang Marten

Dalam kasus pembangunan 7 ruas jalan ini, diperkirakan kerugian pembangunan jalan di salah satu jalan yakni jalan Beringin berkisar 200 juta rupiah.

2 Terdakwa Kasus 7 Ruas Jalan Dalam Pembangunan Jalan Beringin. Inisial S (putih) Dan Inisial LI (corak biru). Kamis, (06/09)

Tak hanya Marten Taha, dalam agenda sidang Mendengarkan Keterangan Saksi itu juga, Fedriyanto Koniyo dihadirkan untuk mendengarkan keterangannya sebagai Ketua DPRD Kota Gorontalo yang melakukan tugas pengawasan.

Selain Marten Taha dan Fedriyanto Koniyo, Sekda Kota Gorontalo Ismail Madjid, juga dihadirkan untuk mendengarkan keterangannya yang saat itu menjabat sebagai Kepala BAPPPEDA Kota Gorontalo.

Laporan: Najjid Lasale

Editor: Syahrir

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini