oleh

Membangun Optimisme Generasi dan Literasi

LINTAS OPINI (LIGO) – Suatu Generasi Baru tampaknya mulai muncul, tapi tampaknya tak ada yang peduli dan mengamati perjalanan hidup, juga pertumbuhan dari Mereka. Mereka adalah Generasi Dahsyat yang akan mampu mendominasi berbagai perhelatan di seluruh dunia, mereka adalah Generasi Z, Mereka terlahir tahun 1995 hingga 2012.

Generasi Ini tercatat 72 juta tersebar di belahan dunia, Mereka adalah Embrio baru yang terlahir di Era Digital, berbagai hal bisa dilakukan dengan menggunakan Teknologi. Suatu Benua ke Benua lain terasa dekat, juga Ruang-Ruang Informasi terbuka perkembangan di suatu Negara seolah dekat dengan kecanggihan Media Sosial.

Komunikasi antar generasi, Suku dan Ras tak terbendung. Puing-puing dan batas-batas wilayah tak lagi menjadi penghalang, maka semakin banyak Pengetahuan dan Ilmu yang mereka Serap. Dan kalau saja Generasi Ini tak akan di imbangi, maka di arena apapun, semua Generasi akan tertinggal jauh. Mereka akan mendominasi Pasar juga diberbagai bidang, baik Politik, Ekonomi, Budaya dan Sosial lainnya .

Generasi Ini, ciri Mereka mementingkan Popularitas, dari Media Sosial yang digunakan. Pola pikir Mereka cenderung serba Instan dan selalu mementingkan Gaya dan Mode apalagi Tren yang berkembang.

Pakar Sosiolog membagi Generasi ke Generasi menjadi 5 bagian, yakni Generasi Traditional, generasi  lahir pada Pra 1946. Generasi Baby Boomer, generasi kelahiran 1946 – 1964, Generasi X, generasi kelahiran 1965 – 1979, Generasi Milennial, (Y)  1980 – 1994. Generasi Ini, Generasi yang mulai tumbuh dan nampak untuk mendominasi Era dan Zaman ini . Dibuktikan beberapa Tokoh Muda kelahiran 1980 – 1994 mulai mengisi Ruang-Ruang Publik, Mereka di Era ini sangat Dahsyat, namun Generasi Zero 1995 – 2012 akan bisa melejit bila Generasi sebelumnya akan lamban, dan Generasi Alfa pun kelahiran 2013 hingga 2018, bila Mereka akan tumbuh maka akan lebih dahsyat lagi.

Maka era Generasi ke Generasi akan saling berkompetisi, bila punya Kompentensi dan Skill yang mapan di masa dan eranya. Sejarah perjalanan suatu Bangsa Maju, patut menjadi rujukan bahwa Mereka bangkit dari Keterpurukan dengan menciptakan Sejarah dari Generasi ke Generasinya. Jepang pasca Kemerdekaan Indonesia, merupakan Negara yang baru saja memulai Peradabannya, karena telah di-luluhlantah-kan oleh Pasukan Sekutu di Abad ke-19 pada Perang Dunia Kedua.

Namun Mereka telah menjadi Negara yang Maju saat ini. Oleh sebab Mereka mampu bangkit, karena mempunyai Generasi yang tangguh dengan memperkuat Kompentensi hingga Skill, tak lupa juga, Mereka membangun Literasi Bangsanya, juga membangun Optimisme Generasinya. Jepang di Abad 20 telah memproduksi 50.000 Ribu Buku, Sementara Bangsa Indonesia, Data pada Tahun 2006, hanya bisa bertengger pada 18. 000 Ribu Buku.

Literasi akan sejalan dengan Kualitas Suatu Bangsa, ketika baik Literasinya, maka akan baik juga Generasinya. Maka salah satu indikator Jepang maju, karena ada Literasinya yang baik pula. Selain Jepang menata pada Kualitas Sumber Daya Manusia, mengirim beberapa Guru-Guru terbaiknya belajar di Negara-Negara Maju pada saat itu.

Namun Bangsa Kita, Indonesia jauh tertinggal di Abad 21 dari Bangsa Jepang, namun faktanya, Bangsa Kita lebih awal membangun Peradaban. Kita telah Merdeka di Abad Jepang di Bombardir, semoga saja Kita bisa melebihi Bangsa Jepang yang telah mendahului Peradaban, Optimisme ini wajar, karena Kita mempunyai banyak Generasi Tangguh dan Unggul, Abad ini adalah Abad Indonesia Bangkit, dengan membangun Generasi Emas yang mampu membawa Arah Negeri ini menjadi Bangsa yang Kuat dan Hebat di Mata Dunia.(*)

Oleh:
Nurhadi Taha
Pengurus Pusat GPII

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini