oleh

Mengapa Jepang?? Rachmad Gobel: Jepang Punya Budaya Disiplin Kerja Yang Tinggi

LINTAS TOKOH (LIGO) – Sebagian anak Pejabat maupun Pengusaha sukses di Indonesia memilih kuliah di Amerika Serikat, tetapi tidak untuk Rachmad Gobel muda yang berhasil menamatkan Sekolah Menengah Atas di Jakarta tahun 1981 silam. Dirinya mendaftarkan diri sebagai mahasiswa Chuo University Tokyo Jepang. Meskipun Alm. Ayahnya Tayeb Mohamad Gobel memiliki hubungan baik dengan pengusaha jepang namun, Rachmad Gobel mempunyai alasan lain melanjutkan studi di Negara tersebut.

“Saya memilih sendiri sekolah di Jepang waktu itu, karena selain menuntut ilmu Saya punya tujuan lebih dari itu, untuk mempelajari budaya Negara Jepang” ungkap Rachmad Gobel saat berbagi cerita dengan para tamu yang datang berkunjung di Rumah Kediaman di Tapa Bone Bolango (15/2/19).

Menurut Rachmad Gobel, Negara Jepang memiliki budaya yang penting untuk dipelajari salah satunya disiplin kerja yang tinggi. Dirinya mencontohkan, seorang pekerja di Perusahan saat ditentukan waktu istrahat akan diberikan sanksi jika ditemukan masih bekerja.

“Jika pekerja di Jepang yang melanjutkan pekerjaannya di waktu istrahat maka akan diberikan sanksi oleh pihak perusahaan”  beber Rachmad.

Selain itu, kebiasaan warga Jepang, Rachmad pun menyaksikan sendiri ketika ada seorang penumpang yang ketinggalan tasnya didalam kereta. Kemudian tas milik penumpang yang tertinggal itu, dilaporkan penumpang lainnya kepada petugas.

“Jadi waktu itu ada tas penumpang yang ketinggalan, langsung dilaporkan kepada petugas dan kemudian diumumkan melalui alat komunikasi milik pihak kereta penumpang. Mereka (pihak Kereta) menyampaikan agar barang siapa yang ketinggalan tas dapat menjemputnya di Station Kereta selanjutnya” terang Rachmad Gobel.

Disela pembicaraan, salah seorang tamunya Sahril menanggapi cerita Rachmad Gobel terkait tas hilang itu. Ia mengatakan, Jika kejadian iitu terjadi di kereta penumpang di Indonesia biasanya langsung hilang tas tersebut.

“Apalagi tas itu kalau isinya uang, pasti sudah tidak ada pak” ucapnya sambil tersenyum kepada Rachmad Gobel.

Rachmad pun, kembali berbagi kisah terkait kejadian di Jepang yang dialaminya langsung. Kali ini Dirinya mengisahkan saat memasuki lift Hotel bersama salah seorang tamu yang bekunjung di Jepang. Tamu itu, terpantau oleh Rachmad Gobel membuang sampah sembarangan sebelum memasuki Hotel tetapi sampah itu dikembalikan kepadanya.

“Jika buang sampah sembarangan maka akan dikembalikan kepada pemiliknya” sambung Rachmad Gobel.

Satu setengah tahun pertama di Jepang, Rachmad Gobel mendalami bahasa Negara itu. Empat tahun kemudian Ia berhasil menyelesaikan kuliahnya pada Jurusan Perdagangan Internasional. Disamping belajar tentang budaya Jepang Rachmad Gobel muda ini, menuntut ilmu, mengasah bahasa Jepang dan juga kerja di salah satu Perusahan ternama di Jepang. Kemampuan bahasa, Pengalaman Studi dan bekerja di Negara Jepang serta memiliki jiwa kepemimpinan yang memadai Rachmad Gobel, kemudian dipercayakan Presiden Ir. H. Joko Widodo menjabat sebagai Utusan Presiden untuk Kekaisaran Jepang sampai sekarang.

Laporan: Jaringan SMSI Gorontalo
Editor: Syahrir

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini