oleh

Mengenal Sejarah Aulia Hubulo

LINTAS RAMADHAN (LIGO) – Jika di Pulau Jawa kita mengenal para Tokoh Penyebar Agama Islam dengan sebutan Wali Songo maka di Gorontalo dikenal dengan sebutan Aulia. Para Aulia ini juga saligus para Raja yang ada di Gorontalo, hingga saat ini Makam para Aulia tersebut dirawat dan ramai diziarahi oleh masyarakat. Ahad (12/05)

Salah satu Makam Aulia yang begitu mashur dikalangan masyarakat Gorontalo higga sampai ke Pulau Jawa yakni Makam Aulia Hubulo atau dikenal dengan sebutan Ti Hubulo. Aulia Hubulo  juga  merupakan Raja Bulango pada tahun 1752 hingga tahun 1772 dengan gelar Aulia Salihin.

Layaknya Makam para Aulia lainnya maka Makam Aulia Hubulo yang terletak di Desa Kramat, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango ini juga memiliki Sejarah bahkan terbilang unik.  Aulia Hubulo tersebut memiliki nama asli Ibrahim Duwawulu dan menjadi Aulia Hubulo sudah sejak ratusan tahun yang lalu. Dan menjadi Tokoh Penyebar Agama Islam pada Abad 17.

Menurut Habiba Huntoyungo (94 thn) salah seorang Petua yang sudah berumur 94 tahun dan tinggal di sekitar bawah Bukit Makam Aulia Hubulo yang mengetahui Sejarah dari Makam tersebut kepada Lintas Gorontalo menuturkan, tempat dimakamkannya Aulia Hubulo itu merupakan tempat yang dipilihnya sendiri sebelum wafat setelah setibanya dari Negeri Aceh.

Tampak Depan Makam Aulia Hubulo Raja Bulango.

“Aulia (Waliyullah) ini sudah dari Aceh dan dalam penjalanan pulangnya Dia menggunakan rakit, sambil mengunyah buah pinang  dan akhirnya kulit dari buah pinang tersebut dilemparkannnya ke tengah-tengah air sungai yang airnya dalam dan kemudian berwasiat jika nanti Dirinya meninggal Dia minta dimakamkan ketempat dimana kulit pinang tersebut dilemparkannya,”tutur Habiba Huntoyungo.

Kemudian tempat dimana dimakamkannya Aulia Hubulo tersebut yang sebelumnya air yang dalam  lama kelamaan menjadi Bukit yang hingga saat ini dikenal dengan Bukit Hubulo. Dan uniknya bukit tersebut hanya berdiri sendiri tanpa ada Bukit lainnya .

Selain itu Aulia Hubulo merupakan Aulia yang semasa hidupnya selalu mengucapkan kebenaran, tidak berdusta serta tidak berbicara perihal yang tidak baik.

“Dia adalah Aulia yang memang benar-benar Aulia tidak hanya sekedar mengaku sebagai Aulia. Aulia itu orang yang selalu mengucapkan kebenaran, tidak berdusta, tidak berkata yang kasar dan biadab, dan tidak asal berucap.”jelas Wanita Tua yang lahir pada 1926 tersebut.

Sementara itu menurut Sidik Yahya (58 thn) Makam Aulia Hubulo banyak dikunjungi oleh masyaakat Gorontalo bahkan ada pula masyarakat yang dari luar Gorontalo seperti Jakarta. Terlebih pada saat Hari Raya Idul Fitri maka akan sangata banyak masyarakat yang mengunjungi Makam Aulia Hubulo. Peziarah tersebut setelah berdoa akan mengambil segumpal tanah yang berada diatas Pusaran Tanah Makam Aulia Hubulo. Tanah tersebut diyakini dapat menjadi obat, selain itu juga di letakan pada botol air atau didalam sumur untuk mandi.

Makam Aulia Hubulo Raja Bulango.

“Banyak yang berziarah ke kubur tersebut, dan itu sudah sejak lama bahkan Saya sendiripun ini sudah tua, dan yang datang berziarah itu sudah sejak Aulia tersebut meninggal, biasa yang datang berziarah tersebut mengambil segumpal tanah yang dipercaya bisa dijadikan sebagai obat, di rendam di dalam air, untuk mandi, diminum, sebagai pembersiah diri”jelas Habiba.

Untuk sampai pada Makam Aulia tersebut para peziarah harus melalui 70 anak tangga dan hingga saat ini makam Aulia Hubulo tetap terawat dan selalu dibersihkan bahkan saat ini sudah banyak makam yang ada di sekitar Makam Aulia Hubulo tersebut salah satunya makam Thayeb Mohammad Gobel Pendiri dari PT Nasional Panasonic Gobel.

Laporan : Mirna Ahaya
Editor : Najid

Komentar

Berikan Komentar Anda