oleh

Moluhuta Fitara, Tradisi Zakat Fitrah Di Gorontalo

LINTAS RAMADHAN (LIGO) – Sebuah Tradisi Gorontalo yang unik yang berlangsung di setiap Bulan Ramadhan cukup banyak. Salah satu hal yang masih saja lestari yaitu menunaikan Zakat Fitrah, walau Pemerintah telah melakukan instruksi terhadap tata cara pembagian Zakat Fitrah,  Infaq dan Sedekah , Namun sebagian masyarakat Gorontalo  masih mempraktekan Tradisi. “Moluhuta Fitara” mengantarkan Zakat Fitrah pada Tokoh Ulama atau Adat serta orang yang di anggap mampu untuk memegang amanah untuk menyalurkan Zakat Fitrah. Moluhuta Fitara menurut Karim Laya Tokoh Adat Gorontalo  adalah mengatarkan Zakat Fitrah bagi Umat Islam.

Tradisi ini  terus saja lestari sebagian Masyarakat Gorontalo mempraktekannya bahkan di setiap penghujung Ramadhan antrian masyarakat Gorontalo untuk ke rumah rumah para Tokoh Adat Ulama dan Imam Masjid tak bisa di elokkan merekapun setia menuggu antrian untuk dapat menyalurkan Zakat Fitrahnya, hal yang unik masyarakat Gorontalo tak hanya ke para Tokoh Agama lainnya mereka juga ketempat Rumah Bidan Kampung yang mereka anggap sebagai orang yang berjasa dalam kehidupannya telah menimang dan juga melancarkan para cucu cicit  dan anak – anak mereka ketika melahirkan  .

Tradisi Moluhuta Fitara akan kita temui di saat Pemerintah telah menggumumkan besaran  Zakat Fitrah bagi warga.  Walau Pemerintah telah menginstrusikan penyaluran Zakat Fitrah harus ke Lembaga – Lembaga resmi atau menyalurkannya melalui Pemerintah setempat tetapi sebagian masyarakat masih melakukan Tradisi ini.

Moluhuta Fitara juga  sering di laksanakan oleh para Pemimpin di Gorontalo dengan mengelar acara Adat di kediaman sebagai bentuk Pemerintah tetap melestarikan Tradisi ini.

Tradisi Moluhuta Fitara

Ada beberapa pendapat para Tokoh Agama  salah satunya Qodi Kota Gorontalo Raysid Kamaru  Moluhuta Fitrah adalah Zakat  yang pokok  yang wajib di tunaikan oleh Umat Muslim seperti beras dan semacamnya di Gorontalo Tradisi sering di laksanakan pada Bulan Ramadhan dan kadang masyarakat Gorontalo melakukan Tradisi pada Malam Qunit dan Malam Laylatul Qodar.

Di pilihnya kedua malam ini sebagai bentuk mencari keberkahan karena pada malam ini malam turunnya Al Quran tentu di harapkan agar Zakat yang di tunaikan mendapat keberkahan juga Laylatul Qodar di harapkan amalan yang mereka lakukan bisa di lipat gandakan Oleh Allah SWT dan Tradisi ini masyarakat Gorontalo terkadang memilih para Ulama Tokoh Agama karena soal Keyakinan itu tak bisa di gusur dengan keraguan sehingga itu mereka memilih Ulama dan Imam Masjid dan Tokoh Agama lainya yang di yakini mampu untuk dapat menyalurkan Zakat mereka.

Tradisi Moluhuta Fitara sangat baik harus tetap selalu di pelihara dan harus di lestarikan oleh kita para anak cucu kita sebagai bagian Tradisi Masa Kelam yang selalu kita tanamkan pada memory masyarakat Gorontalo.

Komentar

Berikan Komentar Anda