oleh

Oneng Subroto: 40 Persen Pengguna Narkotika Gorontalo Dari Kalangan Muda

GORONTALO (LIGO) – Narkotika di Gorontalo masih menjadi ancaman utama bagi Generasi Muda. Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Gorontalo (BNNP) Brgijend Pol Oneng Subroto, MH. menyebut penyebab utama terjerumusnya Generasi Muda, khususnya pelajar terhadap barang haram ini adalah karena bebasnya pergaulan. Rabu (04/09).

Fakta mengejutkan yang diungkap Kepala BNNP, Pengguna Narkotika dari kalangan Remaja Pelajar di Gorontalo saat ini sekitar 40 Persen, jumlah tersebut tiap tahun makin bertambah.

BNNP Gorontalo pun mengambil langkah serius terhadap masalah ini. Yakni dengan memasukkan Pengenalan Bahaya Narkotika ke dalam Kurikulum Pendidikan. Langkah ini kata Kepala BNNP merujuk pada Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Dalam Bab 10 tentang Pembinaan dan Pengawasan Pasal 60 Ayat 2 Poin C Undang-Undang 35 tahun 2009 itu dituliskan, mencegah Generasi Muda dan Anak Usia Sekolah dalam Penyalahgunaan Narkotika, termasuk dengan memasukkan pendidikan yang berkaitan dengan Narkotika dalam Kurikulum Sekolah Dasar sampai Lanjutan Atas.

“Usia Remaja atau Usia Sekolah adalah Usia yang paling rentan terpengaruhi Narkotika, sehingga Kita Pemerintah memprioritaskan untuk pencegahan dini terhadap Anak-Anak sekolah,” ujar Kepala BNNP.

Untuk sementara, lanjut Kepala BNNP, penerapan Kurikulum Pengenalan Narkotika baru diterapkan di Kabupaten Bone-Bolango sebagai Percontohan. Tahun 2020 nanti, kurikulum ini kata Dia akan diterapkan di seluruh daerah.

“Kami optimis langkah ini bisa berhasil dalam mencegah Narkotika, sebab diberbagai daerah yang kami kunjungi, dengan langkah (penerapan Kurikulum Penganalan Narkotika) ini memberikan dampak yang positif terhadap berkurangnya Pengguna Narkotika,” tukasnya. (*B02).

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini