oleh

“Orang Dalam” Dan “Ijazah Palsu” Warnai Promosi Pendamping Desa

LINTAS PERISTIWA (LIGO) – Promosi Tenaga Pendamping Profesional untuk mengisi kekosongan Pendamping Desa Pemberdayaan (PD-P) di Satker P3MD Provinsi Gorontalo melalui Surat Nomor : 400/DPMD-KC/463/V/2019, tanggal 14 Mei 2019, diwarnai aksi “Orang Dalam”.

Istilah “Orang Dalam”sendiri adalah istilah sindirian yang disampaikan kepada Perantara untuk mempermudah suatu urusan. Uniknya, “Orang Dalam”inilah yang juga turut memainkan peran lulusnya salah seorang dengan inisal RM dalam promosi Pendamping Desa.

Pasalnya belakangan baru diketahui, setelah dinyatakan lulus terungkap RM hanya menggunakan Ijazah S1 Palsu untuk menduduki Promosi tersebut.

Aksi inipun menuai protes dan kritikan atas Sistem Promosi yang digunakan merekrut Tenaga Pendamping Desa, terutama dari kalangan internal Tenaga Pendamping Profesional.

Tenaga Ahli Madya Pengembangan Sumber Daya Manusia KPW P3MD Gorontalo, Yakob Mohamad mengungkap bahwa lolosnya oknum RM yang menggunakan Ijazah “Palsu” merupakan pelaksanaan Sistem Promosi yang tidak memenuhi prosedur.

Seharusnya kata Yakob, Perekrutan dengan Sistem Promosi seperti ini Pesertanya direkomendasikan secara berjenjang.

“Tim Ahli Kabupaten merekomendasikan ke Tim Ahli Madya, selanjutnya Tim Ahli Madya (KPP) merekomendasikan ke Satker P3MD Provinsi yang selanjutnya di Seleksi sesuai dengan tahapan yang ada,” ungkap Yakob.

Tapi yang terjadi ungkap Yakob, malah Sistem Bypass karena diduga RM adalah titipan orang yang berpengaruh di Provinsi ini.

Sementara hingga informasi ini diberitakan, LintasGorontalo masih mengungkap, Institusi pembuat Ijazah Palsu yang digunakan RM. (F01)

Editor: Ompi

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini