oleh

Pakaian Yaki-Yaki Dan Kuliner Khas Gorontalo, Buat Nelson Ingat Masa Kecil

LINTAS LIMBOTO (LIGO) – Bupati Nelson Pomalingo ingin agar Pendidikan di Kabupaten Gorontalo adalah Pendidikan yang Berbasis Kebudayaan. Hal ini karena Gorontalo merupakan Daerah yang memiliki banyak Warisan Budaya Leluhur.

Dirinya ingin agar Pendidikan di Kabupaten Gorontalo maju, di sisi lain penguatan Kebudayaan terhadap Peserta Didik juga harus dilakukan. Bagi Dinas Pendidikan, keinginan Nelson Pomalingo ini merupakan tantangan yang harus di lakukan oleh Dinas Pendidikan.

Karena itu, untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional 02 Mei 2019, Dinas Pendidikan melaksanakan Festival Kuliner Khas Gorontalo yang tujuannya selain meperkenalkan Makanan Khas Gorontalo kepada anak, kegiatan ini juga dilakukan untuk melestarikan Kuliner Gorontalo.

Festival Kuliner yang di laksanakan di Taman Budaya Limboto itu di ikuti oleh setiap Pemerintah Kecamatan se-Kabupaten Gorontalo  yang menampilkan Kuliner Khas beserta proses pembuataannya.

“Kuliner Khas ini kan bagian dari Budaya kita, kebanyakan Kuliner yang kita makan ini, kita tidak tau proses pembuatannya,”kata Nelson Mengapresiasi Dinas Pendidikan karena telah melaksanakan kegiatan ini.

Bupati Nelson Dan Kajari Kabupaten Gorontalo, Tinjau Kuliner Khas Gorontalo Dalam Festival Kuliner Khas Memperingati Hari Pendidikan.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Nelson Pomalingo, Rabu (01/05). Rencananya kegiatan ini akan dilangsungkan selama 3 hari.

Pada pembukaan kegiatan tersebut, Peserta Didik Sekolah Dasar memamerkan pagelaran Yaki-yaki. Yaki- yaki merupakan pakaian yang dikenakan masyarakat Gorontalo jaman dahulu. Namun uniknya pakaian tersebut dibuat dari sisa karung tepung terigu. Warnanya yang putih dan memiliki kantong di depan menyerupai kantong Kangguru, Kantong tersebut oleh anak-anak Gorontalo jaman dahulu sering digunakan untuk menyimpan batu kerikil yang akan digunakan sebagai amunisi bermain ketapel.

Meihat anak-anak itu mengenakan yaki-yaki sambil membawa obor, membuat Nelson terhanyut pada kenangan masa kecilnya.

Dirinya berharap, agar warisan Budaya Luhur Gorontalo ini tetap terjaga dan di wariskan. Lebih lagi untuk Makanan Khas Gorontalo Nelson berharap Makanan Khas Gorontalo tidak hanya di tampilkan saat Festival Kuliner saja.

“Kalau bisa saat Puasa nanti juga di jual, sehingga kalau ada masyarakat yang mau beli bisa datang kesini,” harap Nelson.

Laporan : Najid Lasale
Editor : Syahrir

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini