oleh

Perangi HOAX Di Media Online, Imam Wahyudi Kritik Jurnalisme Tanpa Verifikasi

LINTAS KOMUNITAS (LIGO) – Masalah teroris bukan hal asing lagi bagi masyarakat. Upaya penanggulangan dan penyelesaian masalah Teroris sedini mungkin dapat dilakukan. Pencegahan inilah yang mendorong Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) laksanakan Diskusi dan Sosialisasi Pencegahaan Bahaya Terorisme dengan tema “Literasi Digital Sebagai Upaya Pencegahan Radikalisme Dan Terorisme Di Masyarakat” bersama Mahasiswa dan kalangan Pers Gorontalo. Kamis (15/11). Grand Q Hotel.

Menurut Ketua FKPT Prov. Gorontalo Drs. Abdullah Hayati, salah satu pusat informasi yang menyebabkan terjadinya Terosisme adalah peranan Media. Dan salah satu cara ampuh untuk mencegah Terorisme adalah melalui Media. Sehingganya pada Diskusi tersebut pihaknya menghadirkan kalangan Pekerja Media, Akademisi serta mahasiswa dan pelajar yang berkaitan dengan media sebagai sebagai satu cara untuk mengedukasi pencegahan penyebaran paham Radikalisme dan Terorisme.

Dalam Sesi Dialog, salah satu Narasumber dari Dewan Pers, Imam Wahyudi  dalam penyajian materinya memutarkan video yang menggambarkan kekuatan media massa seperti senjata yang mampu menghancurkan target sasarannya.

“bagaimana berita yang kita sebarkan laksana senjata yang dapat mengenai sasaran (khalayak), khusus media online, bukan hanya mengenai sasaran perorangan akan tetapi mengenai sasaran secara massal, bahkan akan berdampak pada generasi selanjutnya,” terang Imam.

Menurutnya saat ini, Media Cetak sudah kurang peminat, begitupun Media Penyiaran yang masih berada pada posisi ditengah dalam hal peminat atau khalayaknya. Namun dalam penjelasannya, justru kehadiran Media Online menjadikan kedua media tadi mulai kehilangan eksistensinya.

“media cetak hanya dibaca saat itu, media siaran atau elektronik kurang lebih sama, akan tetapi berbeda dengan media online, kapan saja masih bisa diakses. Apalagi berita yang sudah lama, itu pun masih bisa di akses sampai kapanpun.” jelas Imam Wahyudi.

Dirinya juga menjelaskan hal-hal yang bisa membuat Pers berperan dalam menyuburkan dan mengembangbiakkan HOAX yakni, dengan melihat kecenderungan model jurnalisme saat ini. Imam mengkritik keras praktek-praktek Jurnalisme tanpa melakukan verifikasi,.

Pengurus Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Gorontalo bersama narasumber Diskusi dan Workshop.

Imam Wahyudi bahkan mencontohkan, Media TV “merah” dan “biru” yang sempat memberitakan Teror Bom Thamrin, namun tanpa memverikasi kebenarannya, dan bahkan lebih parah kata Imam Wahyudi, media-media besar dan professional tersebut menjadikan informasi yang beredar di Media Sosial sebagai sumber kebenarannya, padahal informasi tersebut belum di verifikasi.

“informasi yang ada di Media Sosial banyak yang mengandung HOAX sehingga kebenaran informasinya perlu di verifikasi lagi. HOAX dilingkungan kita makin merambat, sehingga dalam pencegahan HOAX salah satu cara yang harus ditempuh adalah sama-sama mendeklarsikan, diri menjadi masyarakat Anti HOAX,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta melakukan workshop tentang cara mudah menjadi seorang content creator dengan konsep MOJO “Mobile Journalism”. Peserta diajari membuat konten video berdurasi singkat dengan tema “Toleransi Umat Beragama”.

Laporan: Najid Lasale
Editor: Syahrir

Komentar

Berikan Komentar Anda