oleh

Perawat Gorontalo Minta Pemda Gorontalo Keluarkan Perda “Perlindungan Perawat”

PERISTIWA (LIGO.id) – Seorang Perawat Wanita di Provinsi Lampung yang dilaporkan karena dugaan melakukan tindakan Malpraktek, memicu kemarahan ribuan Perawat di Provinsi Gorontalo.

Perawat yang tergabung dalam Aliansi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Gorontalo menuntut keadilan hukum untuk Perawat di Indonesia dengan melakukan Demonstrasi.

Aksi Solidaritas yang dilakukan PPNI Gorontalo, Rabu (09/10) itu dipicu oleh dilaporkannya Jumriani pada 3 Oktober 2019 lalu karena dituduh melakukan Malpraktek oleh keluarga Pasien luka Tusukan Paku.

“Aksi ini Kami lakukan sebagai bentuk Solidaritas Perawat, untuk menuntut keadilan kepada rekan Kami yang ada di luar daerah, yang mengalami diskriminasi, dituduh melakukan Malpraktek,” ungkap Rhein Djunaid kepada awak media ini.

Djunaidi menambahkan, Tindakan yang dialami Jumriani diharapkan tidak terjadi kepada Perawat Provinsi Gorontalo.

“Kami ingin ada Perlindungan Hukum terhadap Perawat, melalui Perda, kemudian masalah BJPS yang mengakibatkan Gaji Honor Perawat belum terbayarkan,” ungkap Djunaid.

Dimulai dari Perlimaan Andalas, PPNI bergerak ke DPRD Provinsi dan berakhir di Kantor Gubernur Gorontalo untuk menyuarakan keadilan bagi Jumriani.

Aliansi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Gorontalo menuntut Pemerintah Provinsi Gorontalo mengeluarkan Perda Perlindungan Perawat

Selain Aksi Solidaritas untuk Jumriani, dalam Aksi tersebut, Massa juga menuntut agar Pemerintah Provinsi Gorontalo mengeluarkan Perda Perlindungan Perawat dan menuntaskan Kasus BPJS yang mengakibatkan Gaji Honor Perawat belum terbayarkan.

Menanggapi hal ini Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Adnan Entengo Komisi IV, mengatakan bahwa, pihak DPRD akan menindaklanjuti Tuntutan tersebut, dan akan mengkaji susunan Perda Perlindungan Perawat yang diusulkan PPNI Provinsi Gorontalo.

“Pihak DPRD Provinsi Gorontalo akan menindaklanjuti Persoalan ini, Kami akan lindungi Perawat, karena kalau Perawat tidak dilindungi, maka Siapa yang akan merawat Kami, kemudian masalah Perda, Kami akan kaji lebih mendalam lagi draft usulan Perda Perlindungan Perawat yang Kami terima ini,” jelas Adnan Entengo menanggapi Tuntutan PPNI. (*A03).

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini