oleh

Peringati Maulid Nabi, Fedriyanto Koniyo: Teladani Sifat Nabi Muhammad SAW

LINTAS DEKOT (LIGO) – Peringatan Hari Kelahiran Nabi Muhammad Saw “Maulid Nabi”, 12 Rabiul Awal di Gorontalo menjadi hal yang sangat dinantikan oleh masyarakat. Sebab Gorontalo memiliki tradisi unik “tradisi Walima”. Dimana pada Tradisi Walima ini masyarakat Gorontalo sangat menantikan pembagian Kue Tradisional (Kolombengi) yang ditata sedemikan rupa pada wadah yang disebut “Toyopo”.

Tradisi warisan leluhur ini hingga kini masih terus dilestarikan oleh masyarakat. Pada peringatan Maulid Nabi, 20 Nopember 2018 yang dilaksanakan di Masjid Agung Baiturrahim Kota Gorontalo, Ketua DPRD Kota Gorontalo Fedriyanto Koniyo ajak masyarakat untuk mensyukuri warisan budaya dan mengimplementasikan Syariat Islam serta meneladani sifat Nabi Muhammad SAW.

“Yang paling utama adalah kita mengimplementasikan nilai-nilai Keislaman dalam kehidupan kita. Kita juga patut bersyukur, kita memiliki budaya yang sampai hari ini masih kita pertahankan,”  ucap Ketua DPRD.

Dirinya juga sangat mengapresiasi pelaksanaan Tradisi Walima yang dilaksanakan di tahun ini setelah dua tahun sebelumnya selalu dirayakan dengan Parade Walima diatas air.

“Menurut saya Parade Walima tahun ini sangat meriah, karena begitu antusiasnya masyarakat yang datang. Kalau beberapa tahun lalu itu masyarakat sulit untuk menjangkaunya. Dan terbukti tadi mereka memperebutkan kue kolombengi yang diarak ke Masjid Agung. Ini menandakan mereka sangat bahagia dengan perayaan ini,” ungkap Ketua DPRD.

Tradisi Walima berlangsung meriah, dimana “Toyopo” yang berisikan kue “Kolombengi” diarak keleliling Kota dan kemudian menuju Masjid Agung Baiturrahim dan dibagikan kepada masyarakat. Tampak masyarakat sangat antusias dan bahkan sampai berebutan Kue Kolombengi sesaat tibanya di depan Masjid Agung Baiturrahim.

“Toyopo” yang ditata diatas mobil dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kota Gorontalo. (foto: humas)

Fedriyanto Koniyo berharap pelaksanaan Tradisi Walima setiap tahunnya di Kota Gorontalo makin meriah. Dirinya juga berharap tradisi jangan sampai tergilas oleh perkembangan zaman.

“kita berharap Tradisi Walima ini tetap terjaga dan semakin meriah di tahun-tahun berikutnya. Jangan sampai tradisi walima yang telah menjadi warisan budaya ini akan hilang tergilas zaman yang makin berkembang” harapnya.

Laporan: Najid Lasale
Editor: Arlan

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini