oleh

Perkuat Pertanian Gorontalo, RG Akan Berangkatkan Petani Ke Negeri Sakura

LINTAS KABGOR (LIGO) – Produksi padi di Gorontalo sudah sangat memperihatinkan. Pasalnya, hasil panen setiap hektar hanya mencapai 3 sampai 4 Ton/ Ha. Ini disampaikan David Bobihoe mantan Bupati 2 periode di Kabupaten Gorontalo. Dirinya menegaskan bahwa Sistem Pengelolaan Petani yang tradisional sangat mempengaruhi Produksi Pertanian di Gorontalo menjadi rendah.

“Sistem Pengolahan Pertanian Modern dengan sentuhan Teknologi akan meningkatkan produktivitas Petani Gorontalo sehingga meningkat pendapatannya, kuat daya belinya seperti  Negara Cina dan Jepang. Mereka Petaninya makmur padahal tingkat kesuburan tanah di Gorontalo justru lebih baik,” tegas David.

Pertanian Modern menjadi komitmen Rachmad Gobel dalam membangun bumi Hulondalo. Ini bagian Visi Dirinya untuk memperkuat Sektor Pertanian melalui Pelatihan bagi Petani Muda Gorontalo. Olehnya, Rachmad Gobel akan mengajak para Pakar di bidang Agriculture untuk berbagi pengalaman di Gorontalo.

“Dalam waktu yang tidak lama lagi, Jepang akan mengirimkan Tenaga Ahli di bidang teknologi Pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan Petani di Gorontalo,” tegas Rachmad Gobel yang menjadi Utusan Khusus Presiden untuk Jepang, pada Jumat (18/01/2019) waktu setempat. Kepastian Agenda tersebut, setelah Rachmad Gobel menemui Sekretaris Jenderal Liberal Democratic Party (LDP)  Mr. Toshihiro Nikai, di Jepang.

Ada sejumlah pembicaraan yang sudah disepakati, oleh pihak Pemerintah Jepang. Dengan RG sapaan akrab Caleg Partai Nasdem dari Daerah Pemilihan Provinsi Gorontalo, dan Mereka menyambut baik adanya kerjasama ini.

“Dalam Pertemuan yang dihadiri pula Mr. Yasutoshi Nishimura, Deputy Chief Cabinet Secretary/Special Advidor to LDP, terungkap, Jepang bersedia menerima pengiriman Petani- Petani Muda Gorontalo untuk belajar di Jepang tentang Budaya dan Teknologi Pertanian Modern yang telah berkembang sejak lama di negara Sakura tersebut,” jelas Rachmad yang juga merupakan Pengusaha sukses Gorontalo, dari PT. Panasonic Indonesia.

RG berharap, direalisasikan Program Kerjasama ini akan berdampak pada peningkatan dan alih teknologi bagi Petani Gorontalo, yang berujung pada peningkatan jumlah Produksi Petani.

“Dua Program diatas sebagai pondasi awal mewujudkan Gorontalo sebagai pusat Inovasi Agribisnis Indonesia Timur yang nantinya akan dicantumkan dalam MOU Wakayama-Gorontalo. Kesepahaman antara Jepang-Gorontalo itu. Sasarannya selain peningkatan produktivitas bidang Pertanian, juga menyangkut peningkatan produktivitas di Sektor Kelautan, Parawisata dan pengembangan SDM,” lanjut Rachmad Gobel.

Rachmad Gobel Utusan Khusus Presiden RI untuk Jepang menemui Sekretaris Jenderal Liberal Democratic Party (LDP) Mr. Toshihiro Nikai, di Jepang. Jumat (18/01/2019) (foto: fb @energyzing.gorontalo)

Sementara itu, Rustam Akili, mantan Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, mengatakan RG sebagai Ti Bulilango Hunggia/Pemberi Cahaya Negeri, sudah teruji dan terbukti secara Ikhlas dan Jujur membangun leluhurnya Hulondalo yang difokuskan pada Pengembangan SDM, Peningkatan Kesehatan dan Kesejahteraan Rakyat.

“Pembangunan Kedaulatan Pangan secara mandiri dan dilakukan RG tanpa menggunakan dana APBD atau APBN. Program yang berjalan sekarang ini semua menggunakan Anggaran Pribadi Rachmat Gobel,” tegas Rustam Akili yang sedang giat-giatnya mengungkap kasus Korupsi di Gorontalo ini.

Terkait Rencana kerjasama Rachmad Gobel mengembangkan Produktivitas Pertanian dan Petani di Gorontalo dengan Pemerintah Jepang, Mikson Yapanto yang juga Tim RG dalam bidang Pertanian pun mengungkapkan keseriusan seorang Rachmad Gobel yang sudah membangun Demplot Pertanian di Kec. Tibawa.

“RG bukan hanya sekedar berjanji tetapi sudah membuktikan itu dengan membangun Demplot Pertanian di Tibawa di atas tanah yang dianggap tidak produktif dikarenakan RG ingin meningkatkan kesejahteraan Petani Gorontalo dengan target 100 Ribu Hektar dalam Lima Tahun. Kebetulan Saya salah satu Tim RG yang membidangi Pertanian yang juga diajak Beliau ke Jepang,” ungkap Mikson Yapanto.

Laporan: Jaringan Berita SMSI/kp/pn
Editor: Alan Gilang

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini