oleh

Polemik Kenaikan BPJS, Ini Pernyataan Sikap LKMI PB-HMI

JAKARTA (LIGO.id) – Polemik isu Kenaikan Iuran BPJS yang ramai di masyarakat memicu kekhawatiran akan adanya tuntutan Pelayanan Rumah Sakit dengan nominal Premi yang harus dibayarkan oleh setiap Peserta BPJS. Hingga kini Pasien Peserta BPJS Kesehatan masih mendapatkan pelayanan yang jauh dari standar ideal sebuah Pelayanan Kesehatan dari Rumah Sakit. Padahal Pelayanan Kesehatan menjadi kewajiban Rumah Sakit yang sudah sesuai dengan syarat Standardisasi dari KEMENKES dan bukan menjadi tanggungjawab  dari BPJS Kesehatan.

Direktur utama BPJS Kesehatan Prof. DR. dr. Fachmi Idris, yang jadi panelis pada Diskusi yang dilaksanakan Bakornas LKMI PB HMI bersama MN KAHMI, menerangkan, banyaknya masyarakat yang ketika Sakit ingin difasilitasi BPJS kemudian lupa membayar ketika dalam keadaaan Sehat.

“Masalah di masyarakat sekarang hanya ingin BPJS ketika sakit, dan melupakan Pembayaran tersebut ketika Sehat. Selain itu banyak yang menghubungkan antara Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit dengan BPJS, padahal Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit bukan tanggungjawab BPJS, Pelayanan tersebut tanggung jawab Rumah Sakit itu sendiri dan syarat Standardisasi Rumah Sakit dari KEMENKES bukan BPJS” ucap Prof. Fahmi selaku Direktur BPJS Kesehatan.

Disisi lain, Ketua Lembaga Kesehatan MN KAHMI, dr. Moh. Adib Khumaidi, Sp.OT dalam Diskusi yang mengangkat topik “Milenial Muslim Menyikapi Kenaikan Iuran BPJS” itu menilai penanganan masalah akut Defisit BPJS tetap jadi tanggung jawab Pemerintah dengan memberikan Dana Talangan. Untuk Penanganan Jangka Panjang seharusnya tetap mengedepankan rekomendasi dari DJSN.

“Dalam Program JKN ini bukan soal kenaikan Iuran belaka karena usulan kenaikan Iuran sudah disampaikan dari 3 Tahun yang lalu. Yang paling penting adalah Pembenahan Sistem yaitu Rules, Structure dan Institution. Masalah kenaikan Iuran juga harus sinergi dengan manfaat/benefit Peserta sesuai nilai Premi yg ditetapkan.” ucap dr. Adib Khomaedi, Sp.OT., yang juga Ketua PB IDI terpilih.

Muh. Fachrurrozy Basalamah selaku Direktur Bakornas LKMI PB HMI menyoroti posisi Pemerintah yang sampai hari ini kurang memperhatikan Sistem Manajemen BPJS Kesehatan, apalagi akan menaikkan Premi Iuran untuk Peserta BPJS Kesehatan.

“Kami harap Pemerintah memperhatikan hal-hal tersebut sebelum menaikkan iuran BPJS Kesehatan agar tidak ada pihak yang dirugikan dan Pemerintah harus mengkalkulasi kenaikan Iuran BPJS dan segera menginstruksikan kepada BPJS Kesehatan agar memperbaiki Sistem Manajemen menjadi lebih efisien dan lebih efektif” kata dr. Facrurrozy Basalamah.

Peserta dan Narasumber Diskusi “Milenial Muslim Menyikapi Kenaikan Iuran BPJS” oleh LKMI PB HMI

Sementara itu, Muhammad Ihsan salah satu peserta diskusi asal Pinrang mengatakan, adanya Kenaikan (Iuran BPJS) ini sudah sangat jelas bahwa sehat itu tidak murah, tapi sehat itu mahal dan butuh perjuangan. Oleh karena itu, semoga Pemerintah dapat menyeimbangkan antara Kenaikan BPJS Kesehatan dengan besarnya manfaat yang diberikan kepada masyarakat yang Sakit.

“Dengan adanya polemik Kenaikan Iuran BPJS, sebagai masyarakat Kita harus berusaha menjaga Kesehatan, jangan sampai Sakit karena Asuransi Kesehatan hanya untuk perlindungan maksimal, Jaga Diri dan Kesehatan, Saya harapkan semoga apa yang diharapkan Pemerintah tetap mengedepankan Kesejahteraan dan Peningkatan Kesehatan di masyarakat” ungkap Muhammad Ihsan.

Pada penutup Diskusi, Bakornas LKMI PB HMI mengeluarkan Point Pernyataan Sikap atas keinginan Pemerintah yang akan menaikkan Iuran BPJS Kesehatan diantaranya:

  1. Pemerintah harus lebih Pro ke Rakyat untuk menaikkan Iuran BPJS.

  2. Peningkatan Iuran harus diikuti Peningkatan Pelayanan dan Peningkatan Kesejahteraan Tenaga Kesehatan.

  3. Meningkatkan keaktifan Peserta BPJS dalam membayar iuran.

  4. Sistem Pelayanan Pasien BPJS di Rumah Sakit harusnya menjadi 1 Kelas saja, sehingga Pelayanan menjadi merata.

  5. Perlu dilakukan Perbaikan dan Kontrol yang lebih terhadap Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang melakukan Tindak Kecurangan. (*A02).

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini