oleh

PPDB Online Provinsi Gorontalo Dipermasalahkan, Begini Penjelasan Panitia Pelaksana

LINTAS PENDIDIKAN (LIGO) – Sistem penerapan zonasi untuk penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online saat ini masih menjadi persoalan bagi calon peserta didik baru yang tidak dapat bersekolah disekolah favoritnya.

Koordinator PPDB Online SMA dan SMK Dinas Pendididikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo Slamet Zakaria, M.Pd menyampaikan, khusus jenjang SMA diprioritaskan yang diterima adalah calon peserta didik berdomisili pada radius zona terdekat dari sekolah.

“Untuk SMA diprioritaskan yang diterima adalah calon peserta didik berdomisili pada radius zona terdekat dari Sekolah. Paling sedikit sebesar 90% dalam sistem kami, untuk prestasi dan luar zonasi masing-masing 5%. Sedangkan untuk SMK kami tidak menerapkan sistem zonasi hanya memperhatikan kuota yang tersedia dimasing-masing jurusan di sekolah tersebut, ketika pendaftarnya banyak untuk masuk pada jurusan tertentu maka siswa tersebut akan dirangking berdasarkan nilai UN dan prestasinya dalam kegiatan olah raga, seni-budaya dll, ” terang Slamet Zakaria.

Selaku Koordinator PPDB online, Slamet Zakaria juga akui sering mendapatkan keluhan dan laporan dari siswa yang mempermasalahkan zonasi tempat tinggal dan jarak sekolah.

“Adapun permasalahan tersebut antara lain data zonasi yang kami ambil adalah desa, keluruhan dari calon peserta didik, tidak sinkron dengan data di Kartu Keluarga (KK) mereka, sehingga sistem kesulitan memilih dan error. Kadang juga tidak terverifikasi oleh operator karena begitu banyak calon peserta didik memilih dan mendaftar di salah satu sekolah tertentu, katakanlah seperti sekolah SMAN 1 Gorontalo dan SMAN 3 Gorontalo pendaftar di sekolah itu dihitung dari pilihan 1, 2, dan 3 untuk SMAN 1 Gorontalo yaitu 1200 calon peserta didik dan SMAN 3 Gorontalo 1400 calon peserta didik. Bayangkan saja pasti operator sekolah kewalahan,” ungkap Slamet.

“Begitu juga dengan penentuan kelulusan maka akan banyak calon peserta didik yang tidak terterima di dua sekolah tersebut, karena untuk kuota pada pendaftaran awal, pada dua sekolah ini hanya memiliki kuota 320 kursi,” tambah Slamet Zakaria

Laporan : Najid Lasale
Editor : Bayu Supratna

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini