oleh

Program Hibah Air Bersih, Fedriyanto Koniyo: Hanya Untuk Keluarga Berpenghasilan Rendah

LINTAS KOTA (LIGO) – Belum lama ini, Ketua Dewan Kota Gorontalo Fedriyanto Koniyo mengikuti Lokakarya Peminatan Pelaksanaan Program Hibah Air Minum Perkotaan APBN tahun 2019 di salah satu Hotel di Jakarta. Kamis (29/11).

Setelah mengikuti kegiatan tersebut, dirinya baru mengetahui bahwa di Provinsi Gorontalo, Kota Gorontalo merupakan satu-satunya Daerah yang belum memanfaatkan Program Hibah Pemerintah Pusat mengenai Pengadaan Air Bersih.

Namun Dirinya menekankan, Penerima Program Bantuan ini tidak diperuntukkan untuk Masyarakat dalam kategori Miskin, tetapi diperuntukan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah. Sebab menurutnya, Masyarakat Berpenghasilan Rendah dianggap mampu untuk membayar Tagihan Air Bersih setiap bulannya, namun sulit untuk membayar Biaya Pemasangan Air Bersih. Sementara kalau bantuan ini diperuntukkan untuk Masyarakat kategori Miskin, dikhawatirkan tidak mampu membayar Biaya Pembayaran Tagihan setiap bulannya.

“Kalau Masyarakat Berpenghasilan Rendah itu biasaya tidak mampu membiayai Pemasangan Air Bersih tetapi dengan penghasilannya itu mampu membiaya Tagihan Air perbulannya. Sementara kalau Masyarakat dalam kategori Miskin itu dikhawatirkan nanti setelah terpasang tidak dapat membayar Tagihan setiap bulannya,” terang Fedriyanto.

Lanjut dirinya mengatakan, agar Program ini dapat terealisasi di Kota Gorontalo, diharapkan PDAM dapat menyiapkan sebuah dukungan kepada Pemerintah Daerah melalui DPRD agar dapat memberikan Dana APBD Hibah Pemasangan Air Bersih bagi Keluarga Dengan Berpenghasilan Rendah.

“Dengan harapan setelah diberikan Dana Pendampingan APBD, nanti Pemerintah Pusat melalui Kementerian PU/PR akan melakukan penggantian terhadap Dana APBD yang sudah dikeluarkan itu,” tutur Fedriyanto Koniyo.

Intinya dalam Program ini jelas Fedriyanto Koniyo, ada keberpihakan Pemerintah Daerah terhadap Pelayanan Air Bersih kepada Masyarakat yang Berpenghasilan Rendah.

“Makanya model bantuannya terlebih dahulu, harus ada inisiatif dari Pemerintah untuk memberikan bantuan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah,” imbuhnya.

Dirinya juga menjelaskan, untuk mengetahui data Masyarakat Berpenghasilan Rendah yang pantas mendapatkan Program Hibah ini, salah satu Indikator yang dapat di ukur menurutnya adalah dengan melihat besarnya Kapasitas Listrik yang dipasang dirumah Warga tersebut.

“Kalau Kapasitas Listrik dirumahnya besar otomatis warga itu tidak termasuk dalam kategori Keluarga Berpenghasilan Rendah, tapi kalau kapasitas daya listrik yang dipasang dirumahnya rendah, maka dia berhak mendapatkan bantuan Pemasangan Air Bersih bagi yang belum memiliki Air Bersih dirumahnya,” pungkasnya..

Laporan : Najid Lasale
Editor : Arlan

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini