oleh

Rakor Terbatas P3MD Gorut Bahas “Pekerjaan Fisik” Desa Yang Belum Rampung

LINTAS GORUT (LIGO) – Dinas PMD Kabupaten Gorontalo Utara lakukan Rakor Terbatas bersama OPD Teknis Pelaksanaan dan Pengelolaan Dana Desa yang ada di wilayah Gorut. Pertemuan yang sifatnya Terbatas itu digelar lantaran masih belum rampungnya Pekerjaan Fisik infrastruktur Desa yang didanai dengan Dana Desa sejak tahun 2018.

Koordinator P3MD Kabupaten Gorontalo Utara, Ismail Udin menjelaskan, Rakor Terbatas tersebut diselenggarakan untuk menyikapi adanya Pekerjaan Fisik yang menggunakan Dana Desa untuk tahun 2018 yang sampai sekarang belum selesai.

“Menurut data yang ada pada Sistem Informasi Pembangunan Desa (SIPEDE), khusus untuk Kabupaten Gorontalo Utara masih banyak Fisik Pekerjaan yang belum selesai, sehingga perlu dikoordinasikan dengan OPD Teknis Pelaksanaan Dana Desa, yakni Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa,” kata Korkab P3MD Gorut. Aula  Kantor Dinas PMD Kabupaten Gorontalo Utara.

Diketahui dari Item Pekerjaan di 21 Desa, persentase Progres Fisiknya masih ada yang hanya mencapai 40 %, bahkan ada item pekerjaan di Desa Wapalo yang progresnya hanya 13 %. Tercatat cuma 6 item Pekerjaan di 6 Desa yang sudah mencapai 90 % sampai 95 % dan tidak menyentuh angka 100%, sedangkan saat ini sudah memasuki pertengahan Tahun 2019.

Lanjut kata Mais (sapaan Ismail Udin,-red), Rakor Terbatas ini akan menghasilkan Rekomendasi untuk Rakor nanti diperluas yang akan dihadiri seluruh PLD, Kepala Desa, dan Camat se-Gorontalo Utara.

Rakor Terbatas P3MD Gorut bersama OPD Teknis Pelaksanaan dan Pengelolaan Dana Desa

Dalam Rakor Terbatas yang dihadiri pihak Dinas PMD Kabupaten Gorontalo Utara, pihak KPW P3MD Provinsi Gorontalo, TPP se-Kabupaten Gorontalo Utara tersebut, Kepala Dinas PMD Kabupaten Gorontalo Utara, Abdullah Bakari, menyambut baik Rakor Terbatas untuk lakukan Evaluasi dan Monitoring setiap Pekerjaan yang menggunakan Dana Desa.

“Rakor ini adalah momen untuk mengevaluasi secara keseluruhan semua Pekerjaan yang menggunakan Dana Desa. Selaku OPD Teknis, dalam hal ini akan bersinergi dengan segenap Tim Pendamping Profesional yang ada di Kabupaten Gorut untuk melakukan Evaluasi dan Monitoring,” ujar Abdullah Bakari.(F01)

Editor: Ompi

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini