oleh

Ratusan Narapidana Belum Kembali Jelang Setahun Pasca Gempa Sulteng

LINTAS PALU (LIGO) – Sejumlah 216 Orang Narapidana yang keluar dari Rumah Tahanan dan Lembaga Pemasyarakatan di Kota Palu dan Donggala sejak Gempa Bumi berkekuatan 7,4 SR pada 28 September 2018 silam belum kembali melanjutkan masa hukuman mereka.

Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah menyebutkan, jelang setahun pasca bencana alam di Sulawesi Tengah, lebih dari 200 narapidana masih belum kembali. Pihak berwenang terus melakukan pencarian dan mengimbau agar para Narapidana itu kembali ke Rutan atau Lapas.

Kepala Divisi Pemasyarakatan pada Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Tengah, Suprapto,  mengatakan upaya untuk mencari para Narapidana itu masih terus dilakukan.

“Hampir satu tahun ini mereka terus berangsur kurang. Kemarin terakhir ada 230-an tapi secara berangsur sudah berkurang, ada Penangkapan-Penangkapan lagi, Kita terus mengupayakan untuk bisa kembali, baik secara Imbauan, atau kalau ada Informasi, Kita jemput. Masih di luar sekitar 216,” jelas Suprapto.

Lanjut Suprapto, menjelaskan ketika Peristiwa Gempa Bumi 28 September 2018 kala itu, demi alasan Keselamatan Jiwa dan Kemanusiaan, Petugas Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) melepaskan para Narapidana dari dalam Lapas maupun rutan yang mengalami kerusakan fisik bangunan akibat Gempa Bumi itu, dengan memberikan kesempatan untuk kembali lagi.

“Jadi mereka diberikan kesempatan kembali itu dalam rangka kemanusiaan, itu semua dalam rangka kemanusiaan. Aturannya tidak ada tapi dalam situasi darurat seperti itu kita memikirkan sesuatu yang lebih parah, seperti di rutan ini, gedungnya setinggi begini kalau terjadi bangunan rubuh mungkin di dalam sudah meninggal” jelas Suprapto di sela-sela kegiatan Rapat Koordinasi Penyusunan Pedoman Penanganan Bencana (Disaster Plan) seluruh UPT (Unit Pelaksana Teknis) Pemasyarakatan di Rutan Kelas IIA Palu. (10/9).

Ia mengakui adanya Pro dan Kontra terkait kebijakan (Melepaskan Narapidana) itu, karena memang tidak ada aturan mengenai melepaskan Warga Binaan dari Lapas atau Rumah Tahanan. Tapi situasi darurat dalam bencana gempa bumi tahun lalu itu, pihaknya harus mengutamakan Keselamatan Jiwa para Warga Binaan untuk dikeluarkan dari dalam bangunan yang dikhawatirkan akan rubuh. (voaindonesia/yl/ab/A01).

Editor: Syahrir

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini