oleh

Soal “Jaga Desa”, Begini Penjelasan Kajati Firdaus Dan Bupati Nelson

LINTAS KABGOR (LIGO) – Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo Firdaus Delwilmar SH,MH, mengatakan Jaksa Menjaga Desa Sejahtera atau Jaga Desa merupakan Satu Aplikasi Monitoring Penyerapan Dana Desa yang berbasis Digitalisasi.

“Ini sebagai salah satu wujud juga pelaksanaan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi dengan target tata kelola Pemerintah Desa yang bersih dan melayani,”kata Firdaus saat menghadiri Launching Aplikasi Berbasis Digital, Kamis (14/3).

“Jadi, Launching Jaga Desa ini, mungkin yang pertama di seluruh Indonesia adalah di Kabupaten Gorontalo,”

Ia menjelaskan didalam Aplikasi itu mulai dari Aplikasi Tata Perencanaan, Penggunaan, Pelaporan dan didalam Aplikasi itu dimonitor Dana yang keluar dari Sistem atau Perencanaan diberikan tanda-tandanya. Sehingga otomatis Aparat yang mengawasi atau mengawal Dana desa, khususnya Kejaksaan langsung terdeteksi dan turun ke lapangan untuk mengecek permasalahan yang ada.

“Jadi, Aplikasi Jaga Desa ini,adalah satu Aplikasi di Era Digitalisasi” Jelasnya.

Sementara itu, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengatakan, Pemerintah Kabupaten Gorontalo membuat terobosan baru yakni Aplikasi Digitalisasi yang terkait Pengawasan Dana Desa.

“Saya kira, jika dilihat Dana Desa terus berkembang, harapannya untuk membangun Desa. Membangun Desa harus dilakukan dengan tahapannya,”tutur Prof. Nelson.

Nelson menambahkan, Aplikasi Digital ini bertujuan untuk mempercepat Proses Dana yang ada di Desa sekaligus mencegah segala hal yang tidak diinginkan bisa terjadi.

“Sehingga hal-hal yang negatif dalam penggunaan Dana Desa terdeteksi sejak awal dan dicegah sejak awal pula,”beber Bupati Nelson.

Laporan : Yysirab/HMS
Editor : Bayu Supratna

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini