oleh

Soal Pemecatan Honorer Kota Gorontalo, Benarkah Ada Intervensi???

LINTAS KOTA (LIGO) – Sempat dikabarkan, belum lama ini Pemerintah Kota Gorontalo lakukan Pemberhentian kepada sejumlah Tenaga Kerja Honorer tanpa sebab yang pasti. Bahkan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Gorontalo Iksan Hakim 19 Nopember 2018 lalu saat dimintai keterangan, alasan Pemberhentian ini oleh Dewan Kota, mengaku ada Pemberhentian Honorer yang berdasarkan Mekanisme dan ada juga yang tidak sesuai Mekanisme. Kamis (29/11).

Iksan Hakim beralasan, mereka (Honorer) yang diberhentikan karena diketahui terlibat dalam urusan Politik. Padahal kata Iksan sudah ada Perjanjian Kerja soal itu, yang tidak bisa dilakukan oleh Honorer yang berada di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo.

“Ada yang diberhentikan itu, saya tahu karena yang bersangkutan terlibat dalam hal yang tidak sesuai Tupoksi. Misalnya terlibat Kegiatan Politik yang tentunya ini di luar tugasnya. Yang saya ketahui itu adalah mereka yang benar saya menerima Laporan seperti itu. Yang saya tidak ketahui itu, yang belum sampai ke saya Laporannya tetapi sudah ada data-data di Tenaga Penunjang Teknis,” ujar Iksan Hakim.

Honorer yang diberhentikan karena terlibat “Praktek Politik” ini oleh Dewan Kota sangat diragukan. Pasalnya dalam Rapat Evaluasi ASN Tenaga Kerja Penunjang beberapa waktu lalu, Ketua Komisi B Ariston Tilameo menanyakan langsung kepada Iksan Hakim, namun Iksan tidak mampu menunjukkan bukti.

“Apakah ada bukti Honorer tersebut terlibat Praktek Politik, ataukah hanya menerima Laporan yang bersangkutan terlibat Politik dan langsung mengambil tindakan, tanpa menguji kebenaran Laporan itu kemudian mengambil tindakan..?” tanya Ketua Komisi B Ariston Tilameo.

Iksan Hakim saat Rapat itu menjawab dirinya belum memiliki bukti keterlibatan Honorer tersebut dalam Praktek Politik,  hanya menerima Laporan dari Pelaksana Teknis. Iksan Hakim juga menungkapkan jumlah Tenaga Honorer di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo yang diberhentikan hampir 20 Orang.

Karena tidak mampu membuktikan, Ariston Tilameo meminta dengan tegas kepada Pemerintah Kota untuk mengembalikan Honorer yang tidak terbukti dalam Praktek Politik.

“Kami minta Honorer yang diberhentikan tidak diketahui oleh Kepala BKPP, itu dikembalikan haknya,” tegas Ariston Tilameo.

Kepala BKPP Iksan Hakim menyampaikan, akan menindaklanjuti permintaan itu, dan akan mengumpulkan bukti Honorer yang terlibat Praktek Politik seperti yang dimintakan oleh Dewan Kota.

“Kita akan klarifikasi kembali, termasuk bukti-bukti keterlibatan Praktek Politik sebagaimana yang dilaporkan. Ada kemungkinan mereka bisa balik,” ujar Iksan Hakim.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Gorontalo Iksan Hakim

Pemecatan Honorer ”tanpa sebab” yang pasti ini ini membuat Dewan Kota curiga, adanya Oknum di luar Sistem Pemerintahan yang terlibat dan mempengaruhi Pemerintah untuk lakukan Pemberhentian. Bukan tanpa alasan, sebab Dewan Kota sempat menerima Laporan adanya keterlibatan Oknum tertentu dalam Pemberhentian ini. Namun kata Ariston Tilameo belum ada bukti soal itu.

“Intervensi dari Oknum luar sistem itu belum ada bukti, kita belum tahu. Tapi indikasinya ada,” ungkap Ariston Tilameo.

Terkait hal itu, Kepala BKPP Iksan Hakim membantah ada keterlibatan Oknum dari luar sistem yang mengintervensinya untuk lakukan Pemberhentian.

“Tidak ada.. tidak ada. Selama ini, ke Saya belum ada yang seperti itu. Artinya kan begini, bukan dalam artian Kecurigaan. Selama ini tidak ada Oknum yang datang ke ruangan Saya yang lakukan Intervensi. Mungkin kalau mereka ketemu di luar ruangan dalam kegiatan, Saya tidak tahu, karena yang jelas untuk hal-hal seperti itu, Mereka harus datang ke Saya. Ada juga, sering ketemu di Kegiatan, kemudian Mereka menanyakan ke Saya, Bagaimana dengan ini, Saya bilang kalau untuk persoalan ini Saya harus punya Data yang jelas, karena tidak mungkin kan Saya berhentikan Mereka yang tidak punya Kesalahan. Tidak ada Intervensi dari siapapun,” jelas Iksan Hakim.

Laporan: Najid Lasale
Editor: Arlan

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini