oleh

Sosok Ridwan Yasin Dalam Kegiatan Pemerintahan dan Pembangunan Gorontalo Utara

GORUT (LIGO.id) – Sosok Ridwan Yasin dalam proses Pemerintahan dan Pembangunan Gorontalo Utara. Ridwan Yasin, nama ini sudah tak asing lagi di seantero Provinsi Gorontalo, terutama mereka yang menyandang status sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Khusus di Kabupaten Gorontalo Utara, Ridwan bukan saja dikenal oleh para ASN, tapi hampir di seluruh pelosok Desa yang ada di Kabupaten Gorontalo Utara mengenal bahkan mengklaim “dekat” dengan sang Birokrasi Ulung yang fenomenal akibat Gerakan dan Gebrakannya yang dinilai sebagian kalangan “cukup berani” itu.

Segala macam tudingan yang diarahkan ke Ridwan Yasin ditanggapinya dengan dingin. Mulai dari isu sementara membuat Pencitraan sampai ingin menjadi Bupati, semuanya ditanggapi dengan santai.

Dalam suatu pertemuan tak resmi dengan orang-orang dekatnya, Ridwan ber-guyon bahwa Dirinya dalam menghadapi semua tudingan ini akan menggunakan motto Pegadaian, “Menyelesaikan Masalah Tanpa Masalah”.

Dalam suatu kesempatan pemegang jabatan tertinggi dalam jabatan struktural di Kabupaten Gorontalo Utara ini mengklarifikasi semua tuduhan yang diarahkan kepadanya.

“Saya dituduh membangun Pencitraan ketika harus turun ke kelompok masyarakat, padahal Mereka tidak pernah tahu bahwa pada hakekatnya saya adalah Aparatur Sipil Negara yang bertugas untuk melayani kepentingan masyarakat. Jadi bukan karena jabatan Saya sebagai Sekretaris Daerah, bukaannn..!!!” tukas Ridwan.

“Seharusnya yang berkomentar itu menyadari bahwa apa yang saya lakukan adalah mewakili para Pejabat Politik yang karena kesibukannya belum sempat mendatangi warga yang secara politis membawa mereka menjadi pimpinan. Disela-sela itulah Saya hadir sebagai ASN dan juga sebagai Pemerintah Daerah untuk menyaksikan, mendengar secara langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat serta saat itulah Saya mencarikan Solusi dan Rekomendasi guna untuk mengatasi berbagai hal yang Saya temui. Apa yang salah disini???” terang Ridwan Yasin.

Dan menurut mantan Karo Hukum Setda Prov. Gorontalo ini, pada saat itulah misi Pemerintahan dan Pembangunan Pemerintah Daerah itu bisa terealisasi. Sebaik apa Kita merangkai kata, sehebat apa Kita berargumen, tapi tidak pernah Kita mengimplementasikannya, bagi Ridwan itu sama dengan melukis diatas air.

“Soal isu saya ingin menjadi Bupati, Saya tidak membantah isu ini. Saya rasa sebagai Warga Negara di bidang politik, Saya mempunyai hak yang sama untuk dipilih menjadi apa dalam suatu proses politik. Namun Saya tahu Prosedur dan Sistem Pelaksanaannya. Sekarang ini belum waktunya, semua kegiatan yang Saya lakukan bukanlah bentuk dari kegiatan politik praktis sebagaimana dituduhkan ke Saya, tetapi murni melaksanakan Tupoksi Saya sebagai Aparatur Sipil Negara. Saya paling paham tentang larangan bagi ASN untuk terlibat dalam kegiatan politik, sebagai pucuk Pimpinan ASN di Gorut ini wajarkah Saya mempertontonkan hal itu kepada para aparatur saya??? Ini kan tuduhan yang sangat tidak mendasar.”  jelasnya.

Mengenai berbagai macam hastag yang diviralkan oleh berbagai kalangan di medsos selama ini, itu diluar pengetahuan-nya. Ada yang membuat hastag “Melayani Tanpa Batas”, “Sekda Millenial”, “RY menuju 2023″, semua itu kata Ridwan, tidak pernah Dia fasilitasi, bahkan Ridwan Yasin tahu ketika Dia disaat senggang mengakses akun-nya di Medsos.

“Pada akhirnya, Saya menganggap bahwa apa yang Saya lakukan masih berada pada Koridor Jabatan yang Saya emban sekarang ini. Dan pula sebagai Manifestasi dari Implementasi Tugas Pokok dan Fungsi Saya selaku Aparatur Sipil Negara. Bagi saya roda Pemerintahan berjalan lancar maka apapun Program Pembangunan yang Kita rencanakan pasti tercapai.” tutup Sekda Gorontalo Utara. (*F01).

(Tulisan ini adalah hasil wawancara Penulis dengan Sekda Kabupaten Gorut, Ridwan Yasin, SH., MH.)

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini