oleh

Sukses Turunkan Stunting, Kabupaten Gorontalo Jadi Lokasi Study Tiru Stunting

LINTAS LIMBOTO (LIGO) – Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Gorontalo di Bidang Kesehatan dalam menurunkan angka stunting, membuat Kabupaten Gorontalo menjadi Daerah tujuan Study Tiru Daerah lainnya untuk mengetahui cara menangani stunting.

Stunting merupakan  masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak, yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Masalah stunting ini merupakan masalah yang hampir ditemui di seluruh Daerah. Penyebabnya bisa jadi karena kurangnya gizi yang diterima anak, atau bahkan lingkungan yang tidak sehat.

Sementara Pada tahun 2015, di Kabupaten Gorontalo penderita stunting mencapai 40 persen dan pada tahun ini berada di angka 5.4 persen.

Penurunan stunting yang sangat signifikan ini memang tidak mudah. Karena itu Bupati Nelson Pomalingo menegaskan kepada seluruh SKPD nya untuk memberikan perhatian kepada masalah stunting ini.

Upaya ini menjadi contoh bagi Daerah lainnya. Dimana beberapa Daerah di luar Provinsi Gorontalo, di antaranya Boalaang Mongondow Utara  Maret 2019 Lalu, Juma’ at 26 April 2019 gilaran Bolaang Mongondow Timur dan hari ini, Senin 29 April 2019 giliran Kabupaten  Enrekang Sulawesi Selatan yang datang melakukan Study Tiru penanganan stunting yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo.

Study Tiru Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan Senin (29/04) di Kabupaten Gorontalo Dalam Penanganan Stunting

“Penanganan Stunting di Kabupaten Gorontalo ini melibatkan lintas sektor, baik Dinas Kesehatan, Dinas PU yang menyiapkan fasilitas sanitasi lingkungan, Dinas Pangan untuk memfasilitasi makanan yang bergizi bagi anak, dan sektor lainnya untuk menjamin lingkungan yang sehat,”ungkap Sekda Ir. Hadijah U Tayeb, saat menerima kunjungan Pemerintah Enrekang, di Ruang Madani Kabupaten Gorontalo, yang di dampingi Kepala Dinas Kesehatan, Rony Sampir.

Sementara itu, Rony Sampir menerangakan sejak ditetapkan sebagai lokus stunting oleh Kementrian Kesehatan dan menjadi Pilot Project penuruan stunting, Kabupaten Gorontalo menjadi Daerah Study Tiru bagi Daerah lainnya. Masalah stunting ini menurutnya memang tidak mudah, sehingga dalam penangananya kata Rony, peran lintas sektor juga sangat di perlukan.

“Disisi lain Inovasi-Inovasi harus kita buat dalam rangka menarik minat masyarakat agar  terlibat dalam penanganannya dengan merubah perilaku hidup sehatnya,”terang Rony.

Di Kabupaten Gorontalo sendiri diketahui ada 10 Desa yang menjadi lokus penanganan stunting oleh Kementerian Kesehatan, dan setiap kunjungan Study Tiru penanganan stunting, 10 Desa inilah yang menjadi rujukan Inovasi Desa dalam menangani stunting.

“Ada 10 Desa yang menjadi lokus penanganan stunting. Dan khusus setiap kunjungan Study Tiru itu kami arahkan untuk melihat penanganan stunting di Desa Haya-Haya, karena disana sudah maksimal,”terang Rony.

Rony juga berharap dengan berbagai kunjungan dari Luar Daerah untuk melihat proses penanganan stunting membuat Pemerintah Kabupaten Gorontalo, khususnya Dinas Kesehatan harus terus berbenah dan bekerja menuntaskan masalah stunting di Kabupaten Gorontalo.

Laporan : Najid Lasale
Editor : Syahrir

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini