oleh

Terlibat Narkoba, Pengungsi Asal Palu Diamankan Polda Gorontalo

LINTAS KRIMINAL (LIGO) – Polda Gorontalo lakukan tangkap tangan terhadap saudara ID alias Dim dan saudara AS alias Rin atas kepemilikan 4 (empat) sachet plastik yang berisi butiran kristal diduga narkotika jenis sabu. Selasa (16/10) Desa Tanjung karang Kelurahan Timilito. Hal ini disampaikan oleh Panit Subdit Ditresnarkoba pada saat Konferensi Pers, Selasa (23/10/2018) Polda Gorontalo.

Panit subdit Ditresnarkoba Mohammad Adam menuturkan, informasi ini berawal dari laporan masyarakat kepada Anggota Ditresnarkoba Polda Gorontalo tentang adanya transaksi Narkotika jenis sabu di Kelurahan Gentuma Kabupaten Gorontalo Utara, kemudian informasi tersebut ditindaklanjuti oleh anggota narkoba Polda Gorontalo dan melakukan tangkap tangan terhadap saudara ID alias Dim dan saudara AS alian rin atas kepemilikan 4 (empat) sachet plastik narkotika jenis Sabu.

“Kedua tersangka Dim dan Rin ini belanja narkotika jenis sabu di wilayah Gentuma untuk selanjutnya diedarkan lagi di wilayah kota Gorontalo,” tutur Adam

Lanjut Mohammad Adam bahwa dari hasil pengembangan, kasus ini mengarah kepada perantara, terindikasi bandar narkoba ini adalah seorang perempuan yang juga pengungsi dari Kota Palu yang merupakan korban dari pada bencana gempa bumi.

“Setelah kami kembangkan kasus tersebut bahwa ibu ini datang dari Palu dengan membawa narkotika jenis sabu dan Ibu ini juga merupakan residivis kasus yang sama tahun 2014,” terang Ipda Mohammad Adam selaku Panit Subdit Ditresnarkoba Polda Gorontalo.

Setelah itu di ungkap lagi perantara pembeli dan bandar ini adalah penduduk asli Gentuma yang juga merupakan residivis tapi dalam kasus yang berbeda, yakni kasus pembunuhan. Jadi antara pembeli dan perantara ini memang sudah saling kenal karena sama sama sudah pernah menjadi warga binaan dari Lapas Gorontalo.

Selain itu Mohammad Adam juga menambahkan bahwa dalam proses penangkapan tersebut diamankan beberapa barang bukti.

“Adapun barang bukti yang berhasil diamankan yakni sabu seberat kurang lebih 4 gram, Uang sebanyak Rp. 5.600.000 (lima juta enam ratus ribu rupiah), 2 buah Handphone Samsung, 1 buah Handphone Oppo A38 . Dan untuk Proses penyidikan lebih lanjut, saat in kami bagi menjadi 3 ada rin dan tim sebagai pembeli kemudian perantaranya pon, Lin, Oil dan  bandar seorang perempuan yang kami panggil dia Ima,” ungkap Adam

Gelar Barang Bukti Operasi oleh Ditresnarkoba Polda Gorontalo

Para pelaku ini akan dikenakan dengan persangkaan Pasal 114 Ayat 1 dan Pasal 112  dengan ancaman hukuman minimun 5 tahun dan yang paling lama 20 tahun.

“Para pelaku juga setelah di tes urin semuanya positif mengandung metafetamin,” pungkas Adam.

Laporan: Agung Julianto
Editor: Arlan

Komentar

Berikan Komentar Anda