oleh

Urgensi Literasi Keuangan Daerah

Oleh : Arifin Suaib

Sekretaris Dekopinwil Gorontalo

LINTAS OPINI (LIGO) – Banyak sekali pertanyaan yang muncul dalam benak setiap orang ketika mendengar atau membaca istilah Keuangan Daerah, Keuangan Negara atau Keuangan Publik. Beberapa contoh pertanyaan itu misalnya “Mengapa Pemerintah memerlukan Dana sebanyak itu?”, “Dana sebanyak itu dialokasikan untuk apa?”, “Apakah Pemerintah sudah menggunakannya sesuai dengan peruntukannya?”, “Apakah Kebijakan yang diambil sudah tepat?”, dan sebagainya. Jika tidak mendapatkan jawaban sewajarnya terkadang pertanyaan itu kemudian berbaur dengan sikap curiga, judgement yang cenderung tidak positif atau kesimpulan yang kurang tepat.

Keuangan Daerah sebagai bahagian dari Keuangan Publik berhubungan erat dengan kehidupan masyarakat secara dekat. Penggunaan dan pengelolaannya berpengaruh besar terhadap kehidupan perekonomian masyarakat setempat. Bahkan bisa dinyatakan bahwa “Keuangan Daerah Menentukan Nasib” suatu daerah. Maka selayaknya menjadi perhatian masyarakat di daerah itu.

Agar diperoleh pandangan yang komprehensif maka dibutuhkan upaya untuk meningkatkan Literasi Keuangan Daerah. Sederhananya perlu adanya seperangkat kemampuan dan keterampilan dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat tertentu yang berhubungan dengan Keuangan Daerah.

Literasi Keuangan Daerah penting bagi publik agar lebih bisa memilih posisi, sudut pandang dan sikap yang bijak utamanya dalam berkontribusi pada proses pembangunan. Bagi pengambil keputusan, literasi keuangan dibutuhkan dalam perumusan kebijakan yang efektif, penggunaan sumber daya yang efisien, pelaksanaan pelayanan prima, peningkatan kesejahteraan rakyat sesuai kaidah normatif dan administrasi yang baik. (*)

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini