oleh

Viralnya Video Pengusiran Relawan BPBD Dari Halaman Bappeda Sulteng Disesalkan Relawan

LINTAS PERISITIWA (LIGO) – Sungguh miris, dalam sebuah video viral di media sosial dimana dalam video itu, Relawan Kemanusiaan BPBD Se-Indonesia yang membangun tenda di halaman BAPPEDA Provinsi Sulawesi Tengah di usir oleh Kepala Bapppeda.

Dalam Video tersebut, pembuat video yang merupakan para relawan mengungkapkan alasan Kepala BAPPEDA Sulteng mengusir mereka, karena telah terjadi kehilangan sebuah Laptop di Kantor tersebut.

“Teman-teman dari BPBD se-Indonesia dan relawan-relawan, kami di sini diusir sama Pemerintah, kami ini dituduh mencuri. Sampai-sampai kami diusir, disuruh pindah, padahal niat kami kan ke sini baik, membantu warga Palu,” ujar relawan dalam Video viral di sosial media.

Dilansir TribunVideo dari Tribunnews, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho setalah dikonfirmasi soal kebenaran kabar yang viral tersebut, menuturkan tidak ada pengusiran relawan BPBD.

“Ternyata bukan diusir tetapi direlokasi atau dipindahkan ke halaman Kantor BPBD agar memudahkan koordinasi dan halaman kantor Bappeda akan dibersihkan dan digunakan untuk apel ASN (Aparatur Sipil Negara),” ujar Sutopo yang dilansir dari TribunVideo. Rabu (10/10/2018).

Sutopo menegaskan tidak ada pengusiran. Hanya pengaturan dan relokasi tempat tenda relawan saja. Adanya miss communication dalam penyampaian informasi sering terjadi di tempat bencana karena kondisi sudah lelah, kurang istirahat, dan banyak keterbatasan. Tapi semuanya sama, memiliki niat baik untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Tak hanya soal pengusiran, pernyataan Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola yang sakit hati dan merasa kecewa atas terjadinya eksodus ribuan warga Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) ke daerah lainnya, juga kini disoroti.

“Eksodusnya warga Palu ke daerah lain, itu hak mereka, tapi mestinya tidak meninggalkan kota Palu pasca gempa bumi, tsunami dan lumpur. Mari kita bersama-sama membangun daerah ini, bukan malah pergi. Kalau daerah ini sudah bagus lagi, yang pergi ya mendingan tidak usah kembali,” kata Gubernur Sulteng kepada awak media beberapa waktu lalu.

Pernyataan Gubernur tersebut mendapatkan respon dari beberapa kalangan. Salah satunya Mahasiswa Pascasarjana Universitas Hasanuddin, Imran Kamarudin yang menilai pernyataan tersebut kurang pantas diucapkan oleh Gubernur Sulawesi Tengah.

Menurut Imran, pernyataan Gubernur tersebut adalah cerminan pemimpin yang tidak peka terhadap terhadap kondisi rakyatnya.

“Saudara saudara kita yang keluar daerah bukan pengecut justru mereka berbuat demikian sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan keluarga. ingat pak Gubernur, hidup adalah hak di atas segala-galanya. Apakah pak Gubernur merasakan bagaimana jeritan masyarakat bapak saat gempa, banyak diantara mereka kehilangan orang tua, kehilangan anak, kehilangan sanak saudara dan pada saat pasca gempa mereka terpaksa tidur beralaskan apa adax di luar karena takut gempa susulan,” ungkap Imran.

Imran juga menyebut saat dirinya bersama relawan Perguruan Tinggi Ichsan dan Unhas merasakan bagaimana kondisi korban Gempa dan Tsunami.

“kami langsung ke lokasi dimana sebagian masyarakat belum tersentuh bantuan, berangkat pagi pulang tengah malam, yang paling mengiris hati ada warga yang meminta air sisa di botol, hanya untuk anak yg tidak minum satu hari, dimana bapak saat itu,” ungkap Imran.

Laporan: Najid Lasale

Editor: Bayu Supratna

Komentar

Berikan Komentar Anda