oleh

Warga Binaan Diharapkan Kembali Menjadi Warga Yang Baik

LINTAS KABGOR (LIGO) – Berbagi kebahagian dengan Warga Binaan, dalam Perayaan HUT Ke-2 Lapas Perempuan Kelas III Gorontalo, Bupati Nelson Pomalingo, Sekda Hadijah U Tayeb dan Ketua Tim Penggerak PKK, Fory Naway berharap Warga Binaan saat kembali ke Masyarakat menjadi Warga yang lebih baik.

Pada Perayaan HUT Ke-2 yang dilaksanakan di halaman Lapas tersebut, Bupati Gorontalo, Sekda, Ketua TP PKK, dan Kepala Kanwil Kementrian Hukum dan HAM serta Kepala Kejaksaan Negeri Limboto terbawa suasana kegembiraan dengan bernyanyi dan menari bersama Warga Binaan.

Hal tersebut mendapat apresiasi dari Warga Binaan. Sebab kehadiran para Pejabat ini membawa pesan positif kepada Mereka untuk menjadi warga yang lebih baik.

“Saya berharap mereka ini ketika datang sebagai Napi, dan ketika keluar nanti menjadi Masyarakat yang lebih baik lagi,” ungkap Nelson.

Nelson mengatakan, Pemerintah harus memberikan Pelayanan yang baik kepada setiap Warganya, termasuk Warga Binaan. Karena Pemerintah Kabupaten Gorontalo sendiri telah memberikan Bantuan Pelayanan kepada Warga Binaan.

“Dibukanya Lapas ini ada beberapa hal yang kurang, di Bidang Kesehatan. Karenanya Kami memberikan Bantuan Ambulance, termasuk Tanah juga dari awal Kami sudah berikan. Yang paling penting adalah apa yang Kami lakukan ini untuk Pelayanan, karena Rakyat yang ada di dalam adalah Rakyat Kita,” terang Nelson.

Berbeda dengan Bupati Nelson, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Gorontalo Agus Subandrio, justru melihat warga binaan Perempuan, datang sebagai Napi dan keluar sebagai Santri.

“Perempuan itu harus menjadi prioritas sebagai Kelompok Rentan. Sehingga Saya bersyukur di Gorontalo ini dibangun Lapas Perempuan. Dan bersama Pemerintah Daerah kami ingin mereka datang sebagai Napi dan pulang sebagai Santri, karena disini mereka di bina dengan baik dan penanaman Nilai Religius,” ungkap Agus.

Bupati Nelson Pomalingo, Kalapas Perempuan Nur Afiril Utami bersama Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas III Gorontalo

Keberadaan Lapas Perempuan ini juga diakui Agus Subandrio tidak lepas dari peran Pemerintah Kabupaten Gorontalo yang terus memberikan Perhatian dan Kontribusi,  sehingga keberadaan Lapas tersebut dapat memberikan pelayanan yang baik kepada Warga Binaan.

Selama di Lapas, para Warga Binaan ini diberikan pembinaan kepribadian dan kemandirian, serta  Pelatihan Keahlian masing-masing Personal Warga Binaan.

“Untuk Pelatihan Kemandirian, Alhamdulillah Warga Binaan ini telah mendapatkan Pesanan Kue dari Lokal dan Nasional,” ujar Kalapas Perempuan Nur Afiril Utami.

Kapasitas Lapas ini sendiri, bisa menampung 150 Warga Binaan. Namun saat ini ada sekitar 88 Warga Binaan ditambah 5 bayi.

“5 Bayi ini bukan terpidana, karena ikut Ibunya. Dan memang Anak dibawah 2 Tahun itu bisa ikut Ibunya karena menyusui,” jelas Kalapas.

Laporan: Najid Lasale
Editor: Alan Pakaya

Komentar

Berikan Komentar Anda