oleh

Woww.. Cahaya Tumbilotohe Di Kabupaten Gorontalo Bakal Menerangi Pintu Langit

LINTAS LIMBOTO (LIGO) – Tradisi tahunan masyarakat Gorontalo yang hanya dilaksanakan pada Bulan Suci Ramadhan, yakni Festival Tumbilotohe kini menjadi magnet bagi Wisatawan untuk berkunjung ke Gorontalo.

Tumbilotohe merupakan Tradisi Masyarakat dalam menyambut Malam Laitul Qadar. Tradisi Tumbilotohe atau menyalakan Lampu Tradisional ini hanya dilakukan selama 3 Malam di Bulan Ramadhan, yaitu dimulai Malam ke 27 Ramadhan. Setiap Ramadhan, Tradisi ini selalu dinantikan bukan hanya dikalangan Masyarakat Lokal Gorontalo melainkan juga bagi Wisatawan Manca Negara.

Tiga malam di Bulan Ramadhan, Lampu Tradisional yang dibuat dari botol bekas yang diberi minyak tanah dan sumbuh ini akan menerangi setiap Sudut Kota. Konon berdasarkan Sejarahnya, Tumbilotohe yang menerangi di sepanjang Jalan Desa kala itu di gunakan oleh masyarakat untuk menuju ke Masjid.

Tradisi itu hingga kini terus dipertahankan dan di lestarikan. Bahkan beberapa tahun terkahir dalam pelaksanaan Tradisi Tumbilotohe, masyarakat Gorontalo juga memanfaatkan Lampu Moderen yang di pasang di atas jalan dengan menggunakan bambu sebagai tiang penyangga.

Pada pelaksanaan Tardisi Tumbilotohe  Ramadhan 1440 Hijriah ini di Kabupaten Gorontalo ada yang unik. Dimana Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Dinas Pariwisata telah merencanakan akan membuat Festival Tumbilotohe yang lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya, yang cahayanya dipastikan akan menerangi hingga ke Pintu Langit.

Pintu langit sendiri merupakan Wisata baru, Pintu yang terletak di puncak gunung di Desa Talumelito Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Pemerintah memilih tempat tersebut sebagai pusat pelaksanaan Tumbilotohe karena Desa Talumelito sedang dicanangkan sebagai lokasi Cagar Budaya yang seluruh Tradisi dan Kebudayaan kabupaten Gorontalo di pusatkan di Desa itu.

“Kita akan pusatkan di Desa Talumelito untuk pelaksanaan Tumbilotohe di Kabupaten Gorontalo. Sehingga sepanjang jalan menuju Puncak Pintu Langit itu akan makin indah dengan di hiasi Lampu Tradisional,”Terang  Kepala Dinas Priwisata Kabupaten Gorontalo, Yusran Lapanada. Selasa (21/05)

Selain itu, Dinas Pariwisata Kabupaten Gorontalo juga akan menyiapkan tempat untuk berfoto pada  pelaksanaan Tradisi Tumbilotohe di Pintu Langit, karena memang Dinas Pariwisata juga melombakan foto terbaik yang menamplkan keindahan Pariwisata di Kabupaten Gorontalo.

Tidak hanya di Pintu Langit, Pemerintah Daerah juga melombakan Festival Tumbiloohe antar Desa. Proses penilaiannya pun tidak lagi seperti tahun-tahun sebelumnya, dimana Panitia tidak lagi berkeliling  Desa untuk melihat Desa terbaik yang melaksanakan Tradisi ini. Tetapi untuk penilainnya, diberikan kewenangan kepada Pemerintah Kecamatan untuk menilai Desa yang menampilkan Tradisi Tumbilotohe yang indah, baik dari jumlah lampunya ataupun dari desain lampu Tumbiltohe.

Setiap Kecamatan, hanya bisa mengirimkan Dokumentasi dalam bentuk Video di dua Desa yang dinilai terbaik. Video tersebut kemudian akan dinilai oleh Panitia dari Dinas Pariwisata. Dan seperti tahun sebelumnya Desa terbaik akan menapatkan hadiah dari Pemerintah Daerah.

“Kita belajar dari Sistem Hitung Cepat dalam Pemilu, ada yang megirim data dan ada yang menginput. Kita juga begitu, Pemerintah Kecamatan mengirimkan 2 video terbaik pelaksanaan Tumbilotohe, dan dari video-video itu kita akan nilai Desa mana di Kecamatan mana yang layak sebagai pemenang pelaksanaan Tradisi Tumbilotohe ini. Untuk Juknis Lombanya juga akan kita kirimkan ke Pemerintah Kecamatan,”Terangnya Lagi

Untuk memeriahkan Tradisi ini, di setiap Kecamatan Dinas Pariwisata akan menyiapkan 100 liter minyak tanah sebagai bahan bakar Tumbilotohe. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir, tdiak mendapatkan bahan bakar minya.

Selain lomba Tumbilotohe, Pemerintah Kabupaten Gorontalo juga akan melaksanaka Lomba Bunggo atau Meriam Bambu. Pada lomba ini ada beberapa kategori yang dilombakan, mulai kategori Perorangan, Komunitas, Pemerintah Desa juga bagi antar SKPD. Sepuluh peserta terbaik oleh Dinas Pariwisata akan diberikan hadiah hingga Jutaan Rupiah, dan dari 10 peserta tersebut akan ada satu peserta yang akan di nobatkan sebagai Bunggois atau Pemain Bunggo Terbaik untuk Ramadhan 1440 Hijriah.

Bagi yang penasaran dengan pelaksanaan Tumbilotohe dan Lomba Bunggo di Kabupaten Gorontalo, diharapkan datang dan turut mendokumentasikan melalui smart phonenya masing-masing, sehingga turut membantu Pemerintah mepromosikan Pariwisata dan Tradisi Gorontalo. Namun yang paling penting, sebelum menyaksikan Tradisi ini, masyarakat Gorontalo diharapkan tidak melupakan kewajiban terhadap ALLAH SWT, dan melaksanakan Sholat Taraweh.

“Kalau bisa, Kita tidak hanya terlena dengan pelaksanaan Tumbilotohe ini dan melupakan kewajiban kita. Saya berharap masyarakat yang penasaran dengan Tumbilotohe di Kabupaten Gorontalo, terlebih dahulu  melaksanakan kewajibannya, baru menikmati keindahan Festival Tumbilotohe di Kabupaten Gorontalo,”Harap Yusran Lapanada.

Laporan : Najid
Editor : Syahrir

Komentar

Berikan Komentar Anda